Rosyidah,, Afifatur (2025) Konflik Batin Tokoh Tari dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis Kajian Psikologi Erich Fromm. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM DARUL 'ULUM LAMONGAN.
|
Text (ABSTRAK)
SKRIPSI - 21032031 - AFIFATUR ROSYIDAH-8.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
SKRIPSI - 21032031 - AFIFATUR ROSYIDAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Karya sastra merupakan kreatifitas manusia dalam menuangkan perasaan, pengalaman pribadi, ide, dan gagasan dalam sebuah tulisan dengan memperhatikan keindahannya. Karya sastra yang saat ini banyak diminati masyarakat ialah film. Film merupakan karya sastra yang menghasilkan gambar dan bunyi dari pengaplikasian sebuah cerita. Film mengandung pesan yang mudah diterima oleh penonton karena memiliki alur cerita yang mirip dengan kehidupan sehari-hari dan konflik yang banyak dialami oleh manusia. Konflik yang banyak dalam film ialah konflik batin. Setiap tokoh yang terdapat dalam film sebagian besar memiliki konflik batin masing-masing, seperti halnya dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh Tari dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis dengan menggunakan kajian psikologi sastra milik Erich Fromm. Psikologi sastra Erich Fromm membahas tentang tokoh-tokoh dalam karya sastra mengalami, merasakan, dan menyikapi keterasirasingan, konsep cinta, dilema eksistensial, yang dialami oleh manusia, manusia yang membutuhkan cinta, dilema eksistensial, kebutuhan eksistensial, dan orientasi karakter. Kajian psikologi sastra Erich Fromm cocok digunakan untuk menganalisis film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karena dalam film tersebut menceritakan tentang keterasingan, kebutuhan cinta, dan dilema eksistensial yang dialami tokoh Tari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini meliputi dialog percakapan, adegan yang sesuai dengan konteks, dan tangkapan layar yang menunjukkan detik dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis yang sesuai dengan ketiga konflik batin dalam penelitian ini. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Instrumen penelitian ini berupa korpus data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ditemukan bentuk keterasiangan sebanyak 17 data, yang dibagi menjadi 6 data keterasingan dari diri sendiri, 10 data keterasingan dari orang lain, dan 1 data keterasingan dari masyarakat. Bentuk konsep cinta ditemukan sebanyak 17 data yang dibagi menjadi 8 data bentuk cinta sesama, 4 data bentuk cinta ibu, 3 data bentuk cinta erotis, 2 data bentuk cinta diri, dan tidak ditemukan data pada bentuk cinta Tuhan. Bentuk dilema eksistensial ditemukan sebanyak 13 data yang dibagi menjadi 6 data manusia sebagai manusia dan manusia sebagai hewan, 1 data hidup dan mati, 3 data ketidaksempurnaan dan kesempurnaan, dan 3 data kesendirian dan kebersamaan.
| Item Type: | Name Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik Batin, Tokoh, Psikologi Sastra, Erich Fromm, dan Film |
| Subjects: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | hafidz khoirul umam |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 04:50 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 04:50 |
| URI: | http://repository.unisda.ac.id/id/eprint/4198 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
