BUKHORI, IMAM (2025) KAJIAN KETAHANAN BERBAGAI VARIETAS CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP CUCUMBER MOSAIC VIRUS (CMV) DENGAN WAKTU INOKULASI YANG BERBEDA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM DARUL 'ULUM LAMONGAN.
|
Text
ABSTRAK_21021004_Imam Bukhori-9.pdf Download (28kB) |
|
|
Text
21021004_Imam Bukhori.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, produksinya sering terkendala oleh berbagai faktor, terutama serangan virus tanaman seperti Cucumber Mosaic Virus (CMV). CMV dikenal memiliki jangkauan inang yang luas dan menyebabkan gejala seperti mosaik, klorosis, hingga pertumbuhan tanaman yang terhambat. Ketiga varietas cabai yang umum dibudidayakan, yaitu Colombus F1, Horison 97, dan Gada F1, belum diketahui tingkat ketahanannya terhadap CMV. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi ketahanan varietas-varietas tersebut terhadap infeksi CMV dengan waktu inokulasi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2025 di Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu waktu inokulasi (14, 21, dan 28 hari setelah tanam) dan varietas cabai besar (Colombus F1, Horison 97, dan Gada F1). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas serangan, tinggi tanaman, kadar klorofil, jumlah bunga dan buah, serta bobot buah per sampel dan per hektar. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan uji BNT 5% jika terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inokulasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan, sedangkan perlakuan varietas menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan secara statistik pada sebagian besar parameter. Inokulasi pada umur 28 hst menghasilkan masa inkubasi yang lebih lama, intensitas serangan yang lebih rendah, serta pertumbuhan dan produksi tanaman yang lebih tinggi. Di antara ketiga varietas, Colombus F1 menunjukkan tingkat ketahanan terbaik terhadap infeksi CMV, diikuti oleh Gada F1 yang juga tergolong tahan, sedangkan Horison 97 termasuk varietas yang sangat rentan. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu inokulasi dan pemilihan varietas yang tepat dapat menjadi strategi penting dalam mengendalikan dampak CMV pada budidaya cabai besar.
| Item Type: | Name Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | hafidz khoirul umam |
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 02:28 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 03:58 |
| URI: | http://repository.unisda.ac.id/id/eprint/3751 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
