PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN KELELAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN BABY (Cucumis sativus L.) ORGANIK

UTAMI, DIAH SRI (2025) PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN KELELAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN BABY (Cucumis sativus L.) ORGANIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM DARUL 'ULUM LAMONGAN.

[img] Text
ABSRAK_23021008_DIAH SRI UTAMI-7.pdf

Download (10kB)
[img] Text
23021008_DIAH SRI UTAMI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Mentimun merupakan jenis sayuran familia cucurbitacae yang popular di seluruh dunia. Di Indonesia, tanaman mentimun di tanam di dataran rendah. Mentimun merupakan jenis tanaman merambat yang pada umumnya dikonsumsi secara langsung ataupun dalam bentuk olahan. Produktivitas tanaman mentimun ini tergolong rendah. Upaya meningkatkan produksi mentimun dapat dilakukan dengan cara intensifikasi. Intensifikasi adalah salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan potensi lahan yang sudah ada dengan menggunakan beberapa sarana seperti melakukan pengolahan lahan yang baik, penggunaan bibit unggul, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Salah satunya yaitu penggunaan pupuk Guano. Pupuk Guano merupakan hasil pelapukan batuan dan kotoran kelelawar yang ada di dalam goa-goa alam yang memiliki kandungan N, P dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh berbagai dosis pupuk kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun baby (Cucumis sativus L.) organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, Kecamatan Solokuro, pada bulan Maret sampai April 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Biasa, yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor tersebut yaitu dosis pupuk kotoran kelelawar (Guano) terdiri dari tanpa pemberian pupuk Guano; 2,5 t/ha; 5,0 t/ha; 7,5 t/ha; 10,0 t/ha; 12,5 t/ha; dan 15,0 t/ha. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah per tanaman sampel, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektar. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dihitung dengan analisa sidik ragam dengan uji Fisher (uji F pada taraf 5% dan 1%), apabila terjadi perbedaan nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil sidik ragam menunjukkan adanya beda sangat nyata pada perlakuan dosis pupuk Guano pada parameter tinggi tanaman pengamatan umur 7 hst, 14 hs, 21 hst, 35 hst, jumlah daun pengamatan umur 14 hst, 21 hst, 35 hst, bobot buah per tanaman sampel, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektar. Perlakuan dosis pupuk Guano tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun pengamatan umur 7 hst. Hasil terbaik pemberian dosis pupuk kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun baby diperoleh pada perlakuan dosis tertinggi yaitu 15, 0 t/ha dibanding dengan dosis lainnya.

Item Type: Name Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: hafidz khoirul umam
Date Deposited: 08 Dec 2025 03:41
Last Modified: 12 Dec 2025 03:55
URI: http://repository.unisda.ac.id/id/eprint/3761

Actions (login required)

View Item View Item